Freitag, März 22

End.

Ini memang tahun ketiga saya,
bergabung dengan organisasi ini.
Tapi ini tahun pertama dan terakhir saya menjabat sebagai Sekjen.

Satu tahun.
Bukan waktu yang lama.
Bahkan tanpa sadar akhirnya semua telah berlalu.

18 Maret 2010 - untuk pertama kalinya saya mengenakan jaket putih itu.
Saya tidak tau apa yang membuat saya bertahan 3 tahun lamanya.

22 Maret 2012 - saya berdiri di tengah Rapat Akbar Mahasiswa.
Saya memperkenalkan diri, dan tidak akan pernah saya lupakan bagaimana "sensasi"-nya.
"Saya Riri, Wakil Angkatan 2009. Saya akan menjabat sebagai Sekjen KOMPSI periode 2012/2013."
... suara saya sedikit bergetar.

Tidak bisa bohong, ada rasa takut, ada rasa bangga, ada kekhawatiran, tapi ada juga harapan.
Saya merasa siap untuk menjabat selama satu tahun lamanya.

Di tengah perjalanan bersama ke-21 rekan lainnya, saya banyak belajar.
Saya telah gagal membawa KOMPSI ke arah yang lebih baik.
Hampir tidak ada perubahan yang berasal dari dalam diri saya.

Semuanya datang dari rekan-rekan.
Saya memang tidak visioner, saya tidak punya kekuatan untuk melakukan perubahan.
Bukan, lebih tepatnya ... saya tidak mau.

Satu tahun pun akhirnya berlalu.
Dengan segala keluh kesah yang ada di dalamnya, derai air mata yang akhirnya harus keluar, serta canda tawa yang pada akhirnya menutup perjuangan.

22 Maret 2013 - hari ini, saya resmi melepaskan jaket putih.

Saya tidak pernah menyesal mengenakannya.
Saya juga tidak akan menyesal pernah menjabat sebagai Sekjen.
Saya sangat bersyukur bekerja dengan 21 rekan-rekan yang luar biasa.

Mereka kekuatan saya.
Mereka kebanggan saya.
Mereka orang-orang yang akan selalu saya ingat.

Terima kasih banyak kepada:
Erina Adeline, Sylvia Suryaganda, Maria Conipra Febriana, Nofryan, Gamaray Julian, Hadyan Dhiozandi
- senior sekaligus teman terbaik, penasihat terbijak sepanjang masa.

Michael Dirk Roelof Maitimoe, Nadya, Edward Samuel, Bima Afrido Wicaksono, Kezia Lulu
- teman satu angkatan yang selalu LUAR BIASA, kompetitor menakjubkan.

Tesar Gusmawan, Arnold Lukito, Ardisa Susanto, Adinda Natasya, Ardes Gunawan
- rekan kerja yang menyenangkan, pencetus ide-ide yang brilliant!

Biaga Surya, Patrick Warmanda, Andy Apriliady, Yosef Nugraha, Clara Agusta
- pemula yang sangat mahir, masa depan kami :)

Saya akan selalu mengingat bromantic-bromantic luar biasa ini!
Akhir kata, saya berterima kasih untuk semuanya.
Sekaligus mohon maaf atas berbagai hal yang kurang berkenan.
Terima kasih telah mempercayakan satu tahun pada saya.. :D
Titipan ini akhirnya bisa saya "titipkan" lagi ke 21 penerus yang juga luar biasa.


"Each friend represents a world in us, 
a world possibly not born until they arrive, 
and it is only by this meeting that a new world is born."
- Anais Nin, The Diary of Anais Nin, Vol. 1: 1931-1934