Sonntag, März 27

10/26

karena cuma 10, saya jadi sedih sendiri.
karena cuma 10, saya jadi malas pergi.
karena cuma 10, perjalanan jadi sepi.
karena cuma 10, rasanya akan jadi basi.

tapi
karena cuma 10, semua malah jadi dekat.
karena cuma 10, semua kebagian buat cerita.
karena cuma 10, porsi makan jadi bertambah.
karena cuma 10, semua bebas bertanya.
karena cuma 10, semua kebagian masak.
karena cuma 10, suara tawa tiap orang terdengar lebih jelas.
karena cuma 10, saya jadi sangat percaya dengan mereka.
karena cuma 10, saya jadi (makin) terharu.

jadi
meskipun cuma 10, nggak berarti jadi basi.
meskipun cuma 10, bukan berarti nggak sukses.
meskipun cuma 10, semua tetap bisa senang-senang.
meskipun cuma 10, saya bisa belajar banyak hal.
meskipun cuma 10, hngg ... yang penting kualitas lah, bukan kuantitas ;)








LOTS OF LOVE and THANKS A BUNCH!!!
okki sutanto | daniel radjali | zeindy gunawan | hadyan dhiozandi | bima afrido
lily augustine tjitra | fransisca | rebeka pinaima (becky) | mutiara aviantari

Montag, März 21

... -- ...

"To be a great champion you must believe you are the best. If you're not, pretend you are."
- Muhammad Ali.

Have a blessed day, Ri...:)

Sender:
KOMPSI Anas
+628xxxxxxxxx

Sent:
09:43:30
03.21.2011

Sonntag, März 6

surat kontrak?

perkuliahan sudah semakin memanas, pikiran ini semakin berangin-badai dan kepala ini mengepulkan asap. hahah.

hmm..
gue lulus dari sanur juli 2009.

sudah yaa, kira2 satu setengah tahun lebih lah ya.
gue pikir, gue akan bisa keluar dari bayang-bayang sekolah (menakjubkan) itu.

maksudnya?

ya, maksud gue.. dengan gue lulus dari sana, harapan gue ya orang-orang nggak akan melihat asal gue darimana lagi, tapi ngeliat gue siapa sekarang.
emang sih, orang pasti nggak akan bisa lepas dari masa lalunya.

tapi emang sanur segitunya ya?
bukannya gue ga bangga, tapi kadang2 ya gedek aja gitu.


udah nggak keitung deh, berapa orang yang ngomong semacam ini:
"katanya lo anak sanur? harusnya kan blablabla"

"gimana sih lo, katanya anak sanur? blablablabla"

"anak sanur kaya gini nih? blablablablabla"

"masa gini doang ga bisa? anak sanur bukan lo? blablablabla"

"mestinya lo blablablabla ... gimana sih, katanya sanur?"


ya begitulah kira2.
emangnya salah kalo gue anak sanur?
emangnya anak sanur ga boleh salah? *kalimat mulai aneh
-,-"
emang gue anak sanur?

ya dulu. sekarang mah bukan lagi.


gimana ya ngomongnya, hnggg...
gue bangga kok (pernah) jadi anak sanur.

gue bangga kok sekolah gue (dulu) segitu tenarnya.

gue .... kehabisan kata2.
O,o


yah, intinya masuk sanur kaya punya surat kontrak yang nggak real.
udah keluar sanur pun,gue masih dituntut ini itu cuma karena gue pernah jadi anak sanur.
lucu juga kehidupan -.-

rasanya, gue kaya punya kontrak seumur hidup sama sekolah itu;

yang bikin gue, terus terang aja, harus terus melakukan hal2 dengan lebih baik dari orang2
*gaya bener

iya nggak sih?
haha yaudah lah.
panas banget nih udaranya
*ga nyambung
bye!

Mittwoch, März 2

sampai jumpa

rabu pagi. hari ini mereka datang, berpakaian hitam ingin bertemu denganmu di peristirahatan terakhir. memandangi rumah abadimu, diam tak bersuara. hanya doa yang terucap samar dalam hati masing-masing. tak ada isak tangis, hanya memori tentangmu yang berkelebat dalam pikiran kalut mereka. ya, semuanya pribadi. kenangan tentangmu bersifat rahasia, teman. tak ada yang tahu, tak ada yang bertanya. tak lama, wajah-wajah itu menyunggingkan senyum. mengingat dirimu yang tidak bercela. mereka tahu kamu tidak mati, mereka sadar kamu tetap hidup di atas sana. langit pagi itu sangat cerah, teman. kontras. mereka tahu kamu ada di sana. yah, senyum-mu pasti ada di antara kilau cahaya matahari, bukan? dalam bisikan, mereka pun berucap: "Sampai jumpa, teman. Kami akan sangat merindukanmu..." :)






R.I.P. Fraya Fadiana